Tentang BumiAtlas: peta tanah dan data publik Indonesia

BumiAtlas menghubungkan persil BPN, HGU, konsesi, kawasan konservasi, zonasi dan risiko banjir dalam peta interaktif serta direktori data yang dapat dicari.

Buka peta interaktif

Apa yang dapat dilakukan?

Cari tempat dan bidang

Cari nama tempat, NIB, nomor sertifikat atau koordinat. NIB biasanya unik hanya dalam satu desa; pilih desa untuk mempersempit pencarian.

Bandingkan lapisan peta

Aktifkan persil, HGU, konsesi, konservasi, batas desa dan bangunan. Bandingkan dengan zonasi RDTR, Zona Nilai Tanah atau risiko banjir, serta peta jalan atau citra satelit.

Lihat detail dan tumpang tindih

Ketuk bidang atau kawasan untuk luas, jenis hak, tanggal dan informasi sumber. Detail persil mencakup tumpang tindih, zonasi dan aturan RDTR yang tersedia.

Buat laporan bidang

Unduh laporan PDF bidang dengan peta dan informasi yang tersedia. Laporan bersifat informatif, bukan sertifikat atau penilaian resmi.

Ekspor dan bagikan

Unduh batas bidang dalam format yang tersedia, atau bagikan tautan yang langsung membuka pilihan dan tampilan peta.

Pilih beberapa persil

Gunakan tombol Tambah persil pada ponsel atau Shift/Ctrl/Cmd-klik di desktop. Bandingkan luas dan jenis hak, lalu ekspor atau buat laporan pilihan.

Ukur jarak dan luas

Gambar garis atau poligon untuk memperkirakan jarak dan luas. Pengukuran peta bukan pengganti survei batas.

Simpan bidang

Masuk untuk menyimpan bidang dan catatan. Peta dan direktori tetap dapat dipakai tanpa akun.

Hubungkan asisten AI

MCP menyediakan kueri data untuk klien AI melalui OAuth dan akun Google. Lihat panduan MCP untuk alat, batas pemakaian dan cara menghubungkan.

Panduan MCP

Pasang di layar utama

Pasang BumiAtlas dari peramban yang mendukungnya. Aplikasi tetap membutuhkan koneksi internet untuk memuat peta dan data.

Sumber data dan lisensi

ATR/BPN

Persil, HGU, batas desa, Zona Nilai Tanah dan data RDTR berasal dari layanan publik ATR/BPN/GISTARU. Nama HGU tersedia pada sumber publik; persil biasa tidak memuat nama pemilik. Akses publik tidak otomatis berarti lisensi terbuka; ikuti syarat sumber untuk penggunaan ulang.

Nusantara Atlas, ESDM, KLHK dan WDPA

Konsesi dan kawasan konservasi berasal dari Nusantara Atlas, dengan sumber ESDM/KLHK serta lapisan pelengkap FWI, MapBiomas, Greenpeace dan APRIL. BumiAtlas tidak memberikan lisensi baru atas data pihak ketiga; periksa atribusi dan izin pada sumber asli.

Peta dasar, bangunan dan bahaya banjir

Peta jalan memakai OpenFreeMap, citra satelit Esri World Imagery, bangunan Google Open Buildings v3 (CC BY 4.0; cakupan yang dimuat saat ini Bali), dan bahaya banjir dari InaRISK BNPB. Atribusi peta menampilkan penyedia; syarat masing-masing berlaku.

Pertanyaan umum

Apakah ini bukti kepemilikan atau izin yang sah?

Tidak. BumiAtlas menampilkan salinan data publik dengan cakupan dan tanggal berbeda. Konfirmasi hak dan status izin pada kantor atau instansi berwenang.

Mengapa bidang atau nilai tertentu tidak terlihat?

Sumber mungkin tidak menyediakan data, cakupan belum dimuat, atau lapisan memerlukan zoom lebih dekat. Nilai kosong berarti tidak tercatat, bukan nol.

Mengapa luas peta berbeda dari sertifikat?

HGU memakai luas tertulis pada sertifikat; konsesi dan konservasi memakai luas geodesik poligon. Batas, pembulatan dan versi data dapat menyebabkan perbedaan, dan poligon dapat saling tumpang tindih.

Apakah saya perlu akun?

Peta dan direktori gratis tanpa akun. Akun diperlukan untuk bidang tersimpan dan autentikasi MCP; penggunaan MCP mengikuti batas akun.